Kenapa Gue Tinggalin Termius Demi WebSSH: SSH Client Terbaik untuk Apple
Setelah 3+ tahun bayar $120/tahun buat Termius, gue nemuin WebSSH - cuma bayar sekali Rp 39 ribu dengan iCloud sync yang ngasih semua yang gue butuhin di iOS dan macOS.

Dari Habis Rp 5 Juta++ ke Cuma Bayar Rp 39 Ribu Sekali Seumur Hidup
Bayangin lo udah keluar uang lebih dari Rp 5 juta ($360+) buat langganan Termius selama 3+ tahun, terus tiba-tiba nemuin WebSSH - aplikasi SSH client buat iOS dan macOS yang cuma Rp 39 ribu sekali bayar selamanya, dengan semua fitur yang gue pake sehari-hari.
Ini bukan debat “murah vs mahal” biasa. Ini tentang nemuin tool yang pas, yang integrate sempurna dengan ekosistem Apple yang udah gue bayar, menghilangkan subscription fatigue, dan ngasih persis apa yang gue butuhin tanpa fitur berlebihan.
Biar gue ceritain gimana gue berubah dari subscriber setia Termius Pro jadi advocate WebSSH, dan kenapa lo mungkin perlu pertimbangin switch yang sama kalau lo udah capek bayar $10/bulan buat fitur yang jarang lo pake.
Perjalanan 3+ Tahun Gue dengan Termius Pro
Sejak sekitar 2022, Termius udah jadi SSH client andalan gue di iPhone, iPad, sama MacBook. Janjinya menarik: sync mulus di semua device, interface cantik, dan fitur profesional. Di harga $10/bulan ($120/tahun), gue pikir ini investasi bisnis yang perlu.
Yang gue suka dari Termius:
- Interface modern yang keren dan native di semua device Apple
- Cloud sync yang “just works” di iOS, iPadOS, dan macOS
- SFTP support buat transfer file cepat
- Library snippet buat command yang sering dipake
- Port forwarding buat tunneling yang aman
Reality check-nya: Setelah analisis pola penggunaan gue setahun terakhir, ternyata gue cuma pake 40% dari fitur premium Termius. Visual yang mewah memang bagus, tapi worth it gak sih buat $120 per tahun? Itu Rp 5 juta++ selama tiga tahun – duit serius buat yang pada dasarnya cuma akses SSH dengan sync.
Breaking point-nya dateng waktu gue mulai explore alternatif, bukan karena Termius jelek, tapi karena gue penasaran bisa gak dapetin fungsionalitas yang sama tanpa biaya berulang.
Mencari Alternatif Termius di Apple Ecosystem
Nemuin pengganti Termius yang jalan mulus di macOS dan iOS ternyata challenging. Fitur Sync (sinkronisasi antar perangkat) biasanya adalah fitur premium berbayar di sebagian besar SSH client.
Ini yang gue butuhin dari alternatif Termius:
- Support native iOS dan macOS
- Sync yang reliable antar device
- SSH, SFTP, dan port forwarding
- Beli sekali atau jauh lebih murah dari $120/tahun
- Gak kompromi soal security
Setelah riset dan testing ekstensif, gue evaluasi lima kandidat serius. Biar gue breakdown hasil temuan gue.
Para Pesaing: 5 Alternatif Termius yang Gue Review
1. WebSSH (The Winner)
WebSSH muncul sebagai kompetitor Termius paling kuat di ekosistem Apple, dan ini alasannya kenapa gue pilih dia:
Model Harga:
- Versi gratis tersedia dengan fungsi SSH dasar
- Versi Pro: Rp 39.000 (~$2.50 USD) sekali bayar (akses selamanya)
- Tanpa langganan berulang – bayar sekali, punya selamanya
Fitur Utama:
- Support penuh SSH, SFTP, dan port forwarding
- iCloud sync – manfaatin infrastruktur Apple yang udah lo punya
- Aplikasi native iOS, iPadOS, dan macOS dengan UI konsisten
- Multiple connection profiles dengan folder terorganisir
- Snippet support buat command yang sering dipake
- Dark mode dan kustomisasi interface
Kenapa Ngalahin Termius:
- Privacy-first: Pake iCloud sync, bukan server cloud pihak ketiga
- Cost-effective: Rp 39 ribu sekali vs Rp 5 juta++ selama tiga tahun
- Apple-native: Dibangun khusus buat ekosistem Apple, bukan kompromi cross-platform
- No vendor lock-in: Config SSH lo di iCloud, bukan cloud proprietary
2. Blink Shell (Terbaik untuk iPad Power Users)
Kalau lo heavy user iPad dengan external keyboard, Blink Shell adalah gold standard-nya.
Harga:
- Aplikasi berbayar di App Store (beli sekali, biasanya sekitar $20-30)
- Open source – lo bisa compile sendiri gratis kalau punya developer tools
Keunggulan:
- Sangat cepat (berbasis protocol Mosh)
- Integrasi VS Code via
code-server - Support keyboard dan shortcut excellent
- Sync konfigurasi via file/git repositories
- Emulasi terminal asli dengan support tmux
Keterbatasan:
- Gak ada versi macOS resmi (iOS/iPadOS only)
- Learning curve lebih curam dibanding client fokus GUI
- Sync perlu setup manual via git atau file sharing
Kapan pilih Blink: Kalau lo treat iPad sebagai mesin development utama dan lo value raw terminal power dibanding GUI convenience.
3. ServerCat (Combo Monitoring + SSH)
ServerCat menonjol dengan menggabungkan akses SSH dengan monitoring server, jadi populer di kalangan sysadmin yang manage multiple production servers.
Harga:
- Versi gratis dengan fitur basic
- Premium subscription (lebih murah dari Termius, biasanya $2-5/bulan atau opsi beli sekali)
Fitur Unik:
- Monitoring server real-time (CPU, RAM, disk usage)
- Grafik dan dashboard yang cantik
- Aplikasi native iOS dan macOS
- Akses SSH terminal
- Notifikasi alert untuk masalah server
Trade-offs:
- Fitur monitoring nambah kompleksitas kalau lo cuma butuh SSH
- Fitur premium perlu subscription (meskipun lebih murah dari Termius)
- Interface prioritaskan monitoring daripada pure terminal experience
Terbaik buat: Developer yang manage servers dan pengen monitoring + SSH dalam satu app.
4. Secure ShellFish (Integrasi Files App)
Secure ShellFish ambil pendekatan unik dengan mengintegrasikan SSH/SFTP langsung ke aplikasi Files iOS dan Finder macOS.
Harga:
- Gratis untuk penggunaan basic
- Fitur Pro via lifetime purchase (biasanya $20-30) atau subscription terjangkau
Fitur Menonjol:
- Mount remote servers di Files app (iOS) dan Finder (macOS)
- Edit remote files seolah file lokal
- SSH terminal solid included
- Support iCloud sync
- Interface manajemen file excellent
Pertimbangan:
- Terminal experience itu secondary dari file management
- Beberapa fitur SSH advanced kurang
- Lebih baik buat file work daripada pure terminal usage
Sempurna buat: Developer yang sering edit remote files dan pengen seamless file system integration.
5. iTerm2 (macOS) + iSH (iOS) – Jalur Gratis/Open Source
Buat purist yang pengen solusi completely free dan open-source dengan sync manual:
macOS:
- iTerm2 – Terminal legendaris macOS (completely free)
- Terminal emulator terbaik di Mac, titik
- Opsi kustomisasi infinite
- Zero cost, maksimum power
iOS:
- iSH – Environment Linux shell di iOS (gratis, open source)
- a-Shell – Unix shell buat iOS (alternatif gratis)
- Basic tapi fungsional
Strategi Sync: Simpen SSH configs (~/.ssh/config) di iCloud Drive, bikin symbolic links di kedua device:
# Di macOS
ln -s ~/Library/Mobile\ Documents/com~apple~CloudDocs/ssh-config ~/.ssh/config
# Di iOS (via iSH atau a-Shell)
ln -s /path/to/icloud/ssh-config ~/.ssh/configPros:
- Completely free
- Gak ada vendor lock-in sama sekali
- Kontrol dan kustomisasi maksimum
Cons:
- Perlu technical setup
- Gak ada unified interface cross devices
- iOS experience basic dibanding dedicated apps
- Manual configuration management
Head-to-Head: Perbandingan WebSSH vs Termius
Setelah testing WebSSH bareng Termius selama beberapa minggu, ini breakdown jujur gue:
| Fitur | Termius Pro | WebSSH Pro | Pemenang |
|---|---|---|---|
| Harga | $10/bulan ($120/tahun) | Rp 39 ribu (sekali) | WebSSH |
| Metode Sync | Termius Cloud | iCloud | WebSSH (privacy) |
| Aplikasi iOS | Excellent | Excellent | Seri |
| Aplikasi macOS | Excellent | Excellent | Seri |
| Support SSH | Full | Full | Seri |
| Support SFTP | Ya | Ya | Seri |
| Port Forwarding | Ya | Ya | Seri |
| Desain Interface | Polished | Bersih & Native | Seri |
| Snippets | Advanced | Basic tapi cukup | Termius |
| Team Sharing | Ya (berbayar) | Tidak | Termius |
| Cross-Platform | Semua platform | Apple only | Termius |
| Privacy | Third-party cloud | iCloud lo | WebSSH |
| Total Biaya (3 tahun) | Rp 5 juta++ | Rp 39 ribu | WebSSH |
Verdict: Buat individual developer yang kerja utamanya di ekosistem Apple, WebSSH kasih 95% fungsi Termius di 2% harganya.
Penggunaan Nyata: Workflow Harian Gue dengan WebSSH
Biar gue jelasin gimana sebenernya gue pake WebSSH dalam kerja harian sebagai developer yang manage multiple servers:
Rutinitas Pagi:
- Buka WebSSH di iPhone pas commute
- Quick server health checks via SSH
- Jalanin monitoring commands yang udah gue save sebagai snippets
- Cek log files via SFTP
Development Work: Di MacBook, gue pake WebSSH buat:
- Konek ke staging servers buat debugging
- Port forwarding buat akses remote databases secara aman
- Transfer file SFTP buat update config cepat
- Manage multiple server profiles organized by client/project
Evening Check: Di iPad sebelum tidur, quick production server checks tanpa buka laptop.
The Magic: Semua konfigurasi server, saved snippets, dan history koneksi gue sync otomatis via iCloud. Gue tambahin server baru di Mac, beberapa detik kemudian udah muncul di iPhone. Gak ada extra setup, gak ada biaya tambahan, gak ada third-party cloud service.
# Contoh snippet yang gue pake daily (tersimpan di semua device)
# System monitoring one-liner
top -bn1 | head -20 && df -h && free -m
# Koneksi database dengan port forwarding
# WebSSH handle tunnel-nya, gue tinggal click saved profile
ssh -L 3306:localhost:3306 user@production-db-serverBtw: Kalau lo suka workflow remote database kayak gini, coba check Integrasi MCP MySQL yang gue tulis buat AI-powered database experience!
Tabel Perbandingan: Semua Alternatif Termius Lengkap
Ini breakdown lengkap semua alternatif yang gue riset, jadi lo bisa keputusan berdasarkan kebutuhan spesifik lo:
| Fitur | Termius | WebSSH | ServerCat | Blink Shell | Secure ShellFish |
|---|---|---|---|---|---|
| Model Harga | Langganan | Sekali Bayar / Langganan | Sekali Bayar / Langganan | Sekali Bayar | Sekali Bayar / Langganan |
| Harga Perkiraan | $120/tahun | Rp 39 ribu (lifetime) | $2-5/bulan atau ~$20 | $20-30 (atau compile gratis) | $20-30 (lifetime) |
| Cloud Sync | Termius Cloud | iCloud | iCloud | Manual / Git | iCloud |
| Support Platform | Semua (cross-platform) | Apple Ecosystem | Apple Ecosystem | iOS / iPadOS only | Apple Ecosystem |
| Support SFTP | Ya (Pro) | Ya | Ya | Ya | Excellent (fitur utama) |
| Monitoring | Tidak | Tidak | Ya (real-time) | Tidak | Tidak |
| Integrasi Files App | Tidak | Basic | Basic | Tidak | Excellent |
| Kompleksitas | Medium | Low | Medium | High | Medium |
| Terbaik Untuk | Teams, cross-platform | User Apple cari value | Sysadmin butuh monitoring | iPad power users | Workflow heavy file |
Analisis Biaya: Hemat Rp 10 Juta++ Selama 3 Tahun
Mari gue breakdown dampak finansial nyata dari switch Termius ke WebSSH:
Historical Spending (2022-2025)
- Langganan Termius Pro: $120/tahun × 3 tahun = $360 (Rp 5.4 juta++)
- WebSSH Pro (sekali bayar): Rp 39.000 = Rp 39 ribu
Penghematan Masa Depan
- 3 tahun berikutnya dengan Termius: $120 × 3 = $360 lagi (Rp 5.4 juta++ lagi)
- 3 tahun berikutnya dengan WebSSH: Rp 0 (udah bayar)
Total penghematan selama 6 tahun: $720 - $2.50 = $717.50 (Rp 10.8 juta++)
Strategi Investasi yang Lebih Baik
$120/tahun yang gak gue keluarin lagi buat Termius? Gue reinvest ke tools yang kasih value lebih:
- Setapp subscription: $9.99/bulan – akses ke 200+ Mac apps termasuk CleanMyMac, Bartender, dll.
- GitHub Copilot: $10/bulan – AI coding assistant yang beneran save jam kerja tiap minggu
- Budget sisanya: Dana kopi atau emergency tool purchases
Mental shift-nya penting di sini: daripada bayar buat single-purpose app dengan redundant cloud sync (waktu gue udah bayar iCloud), sekarang gue alokasikan budget itu ke tools yang beneran expand kapabilitas gue.
Keuntungan Privacy: iCloud vs Third-Party Cloud
Satu benefit WebSSH yang sering dilupain dibanding Termius adalah model privacy-nya.
Cloud Sync Termius:
- SSH keys, credential server, dan config koneksi lo hidup di server Termius
- Terenkripsi, iya, tapi tetep disimpen di infrastruktur yang gak lo kontrol
- Perlu trust ke security practices dan data policies Termius
- Potential target buat attackers yang nyari aggregated SSH credentials
iCloud Sync WebSSH:
- Data sensitif lo tetep di akun iCloud lo sendiri
- End-to-end encryption Apple (dengan proper iCloud security settings)
- Gak ada tambahan third-party cloud provider buat di-trust
- Data tetep dalam perimeter security Apple yang udah lo punya
Buat developer yang manage production servers dengan data sensitif, model privacy ini bikin perbedaan signifikan. Lo gak introduce another potential attack vector atau trust another cloud provider dengan infrastructure access credentials lo.
Settings iCloud sync WebSSH – credentials lo never leave ekosistem Apple
Siapa yang Harus (dan Gak Harus) Switch ke WebSSH
Switch ke WebSSH kalau lo:
- Kerja utamanya di ekosistem Apple (iPhone, iPad, Mac)
- Pengen eliminate subscription fatigue dan recurring costs
- Value privacy dan prefer iCloud daripada third-party clouds
- Butuh SSH, SFTP, dan port forwarding tanpa enterprise features
- Individual developer atau small team
- Pengen clean, native Apple interface
Tetap dengan Termius kalau lo:
- Butuh cross-platform support (Windows, Linux, Android)
- Kerja di large teams yang perlu fitur collaboration
- Rely heavily ke advanced snippet management
- Butuh team credential sharing dan access controls
- Perlu centralized admin controls buat security compliance
- Punya enterprise budget dan IT procurement processes
Rekomendasi gue: Coba versi gratis WebSSH dulu. Test dengan workflow lo yang asli selama seminggu. Gue yakin lo bakal nemuin, kayak gue, bahwa lo bayar buat fitur Termius yang sebenernya gak lo butuhin.
Panduan Migrasi: Pindah dari Termius ke WebSSH
Switch-nya surprisingly straightforward. Ini cara gue lakuin:
Step 1: Export dari Termius
Unfortunately, Termius gak punya native export feature, jadi lo perlu manually recreate connections atau pake workaround ini:
# Di Mac, kalau lo punya Termius desktop version
# SSH configs mungkin ada di:
~/Library/Application Support/Termius/
# Manual method: Screenshot Termius connections lo
# Dan recreate di WebSSH (tedious tapi one-time)Step 2: Setup WebSSH
- Download WebSSH dari App Store di iPhone dan Mac
- Beli versi Pro buat full features (Rp 39.000)
- Enable iCloud sync di WebSSH settings
- Grant necessary permissions
Step 3: Configure Connections
Recreate server connections lo di WebSSH:
- Tambahin server hostname/IP
- Configure SSH keys atau password authentication
- Setup port forwarding rules kalau perlu
- Organize ke folders (by client, project, environment, dll.)
Step 4: Test Sync
- Tambahin test connection di iPhone
- Buka WebSSH di Mac – harus muncul dalam beberapa detik
- Verify SSH key sync jalan correctly
- Test fungsi SFTP dan port forwarding
Step 5: Cancel Termius
Begitu lo confirm WebSSH meet needs lo:
- Cancel Termius subscription (avoid next billing cycle)
- Keep Termius installed beberapa hari sebagai backup
- Setelah confidence period, uninstall Termius
Pro tip: Jangan buru-buru. Run both in parallel selama seminggu buat ensure WebSSH handle semua edge cases lo sebelum fully committing.
Tools Lain yang Bakal Lo Suka
Kalau lo enjoy nemuin alternatif Termius yang lebih baik, lo mungkin find workflow optimizations ini equally valuable:
- Kenapa Gue Switch dari Navicat Premium ke Versi Lite Gratis - Subscription Rp 12 juta++/tahun lain yang gue eliminate tanpa losing functionality
- Cara Save Changes di Git Tanpa Commit ke Main di VS Code - Master efficient version control workflows
Bottom Line: Kenapa WebSSH Menang di Hati Gue
Setelah 3+ tahun sebagai paying customer Termius, switch ke WebSSH adalah salah satu keputusan terbaik yang gue buat di 2026. Ini yang berubah:
- Hemat Rp 10.8 juta++ selama 6 tahun (dan terus counting)
- Privacy lebih baik dengan iCloud-based sync yang gue kontrol
- Experience yang sama excellentnya buat 95% SSH workflows gue
- Eliminate subscription fatigue dengan one-time purchase model
- Apple-native integration yang feels right at home
Transisinya mulus, interface-nya bersih dan native, dan produktivitas gue gak berkurang – cuma recurring costs gue yang berkurang.
Saran jujur gue: Kalau lo di pagar ekosistem Apple tentang harga Termius, download WebSSH hari ini dan coba versi gratis-nya alongside setup yang udah ada. Lo mungkin shocked seberapa sedikit lo miss fitur premium Termius waktu lo sadar versi gratis dan Pro WebSSH cover semua yang lo actually pake daily.
Ready to try? Download WebSSH dari iOS App Store atau Mac App Store. Versi gratis surprisingly capable – upgrade ke Pro (Rp 39K / ~$2.50) kalau lo butuh advanced features.
Pemikiran Terakhir: Value Over Brand
Ini bukan tentang milih “opsi murah” dibanding “brand premium.” Ini tentang recognize kapan lo bayar buat fitur yang gak lo pake, cloud services yang gak lo butuhin, dan recurring costs yang gak align sama actual usage patterns lo.
WebSSH deliver exceptional value sebagai one-time purchase, terutama buat SSH workflows di ekosistem Apple. Setelah bertahun-tahun justify Termius subscriptions, nemuin bahwa app Rp 39 ribu meet 95% kebutuhan gue itu eye-opening dan wallet-friendly.
Needs lo mungkin beda, tapi kalau lo kayak sebagian besar individual developer yang manage handful servers di Apple devices, WebSSH represent balance sempurna dari functionality, privacy, dan cost-effectiveness.
Era subscription-everything is here, tapi bukan berarti setiap tool perlu jadi recurring expense. Kadang, solusi terbaik adalah yang respect both workflow lo dan budget lo.


